Sunday, February 5
UU Papua Barat Daya Disahkan, Lamberthus Jitmau: Warga Sorong Akhirnya Punya Payung Hukum
Nasional

UU Papua Barat Daya Disahkan, Lamberthus Jitmau: Warga Sorong Akhirnya Punya Payung Hukum

Ketua Tim Percepatan Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya Lamberthus Jitmau merespons disahkannya Undang Undang Provinsi Papua Barat Daya oleh DPR RI dalam rapat Paripurna ke 10 masa sidang II tahun 2022 2023, Kamis (17/11/2022). Kata Lamberthus, pihaknya bersama warga Sorong menyambut baik pengesahan yang melibatkan banyak pihak tersebut. "Kami bekerja sama dari waktu ke waktu hari ini mukjizat Tuhan terjadi, yang pertama kita bersyukur kepada Tuhan, Tuhan baik adanya, Tuhan berikan berkat, memberikan karunia kepada bangsa ini utamanya, Bapak Presiden (Joko Widodo), Ketua DPR (Puan Maharani) berserta jajarannya," kata Lamberthus kepada awak media, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2022). Dirinya menyatakan, pengesahan UU Papua Barat Daya itu merupakan pe...
Harga Emas Antam, Kamis 17 November 2022 Stagnan di Posisi Rp 981.000 Per Gram
Bisnis

Harga Emas Antam, Kamis 17 November 2022 Stagnan di Posisi Rp 981.000 Per Gram

Harga logam mulia atau emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini ditransaksikan Rp 981.000 per gram, Kamis, (17/11/2022). Jika dibandingkan kemarin (16/11/2022) harga komoditas tersebut tidak mengalami perubahan. Untuk harga emas dengan ukuran terkecil 0,5 gram, pada hari ini berada di harga Rp540.500 Dan untuk harga emas dengan ukuran terbesar yakni 1 kilogram, dibanderol senilai Rp921,6 juta. Sementara, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam tercatat Rp886.000per gram. Harga buyback ini berarti Antam akan membeli emas anda dengan harga tersebut di Butik Emas Logam Mulia Antam. Berikut ini rincian harga emas Antam Harga emas batangan 0,5 gram: Rp540.500 Harga emas batangan 1 gram:Rp981.000 Harga emas batangan 2 gram: Rp1.902.000 Harga emas batangan 3...
Hadapi Lonjakan Covid-19, Wapres: Pemerintah Masih Kaji Peningkatan Level PPKM
Corona

Hadapi Lonjakan Covid-19, Wapres: Pemerintah Masih Kaji Peningkatan Level PPKM

Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin mengatakan Pemerintah belum menurunkan status pandemi menjadi endemi adalah bagian dari kewaspadaan dalam penanganan Covid 19. Dirinya mengatakan langkah tersebut beralasan, karena saat ini angka Covid 19 kembali mengalami lonjakan. "Karena itu memang pemerintah belum menurunkan status pandemi ke endemi walaupun sudah banyak, karena kita masih mewaspadai jangan ada varian baru, ternyata ada varian baru ini," ucap Ma'ruf di Masjid At Taqwa, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (11/11/2022). Ma'ruf mengatakan Pemerintah masih menerapkan PPKM level 1 di berbagai daerah. Saat ini, Ma'ruf mengatakan Pemerintah masih mengkaji peningkatan level PPKM jika kasus Covid 19 di Indonesia terus melonjak. "Oleh karena itu kita masih membe...
Ada Partai Ikut-ikutan Politik Tanpa Mahar NasDem, Ahmad Ali: Padahal di Bawah Meja Terima Juga
Nasional

Ada Partai Ikut-ikutan Politik Tanpa Mahar NasDem, Ahmad Ali: Padahal di Bawah Meja Terima Juga

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali angkat bicara terkait pernyataannya bahwa ada partai politik yang ikut ikutan NasDem membuat jargon, politik tanpa mahar. Ahmad Ali membenarkan pernyataannya itu. Ia mengatakan, partai politik yang ikut ikutan itu perbuatannya berbeda dari perkataannya. "Oh betul. Pasti tahu lah. Partai bilang kita anti mahar eh taunya di bawah meja terima juga," kata Ahmad Ali, saat diwawancara langsung di JCC, Jakarta Pusat, Rabu (9/11/2022). "Karena salah satu yang membuat masyarakat benci partai kan sikap sikap partai yang perkataan dan perbuatannya tidak sama," sambungnya. Ia berharap partai partai lain bisa mengikuti NasDem, yang menurutnya menjadi pelopor politik tanpa mahar. "Tapi apapun itu kita berharap ke depan partai (lain) akan...
4 Kesaksian Sopir Ambulans Pengangkut Jenazah Brigadir J: Ada Curiga hingga Jasad Dipakaikan Masker
Nasional

4 Kesaksian Sopir Ambulans Pengangkut Jenazah Brigadir J: Ada Curiga hingga Jasad Dipakaikan Masker

Sopir ambulans pengangkut jenazah Brigadir J, Ahmad Syahrul Ramadhan menyampaikan kesaksian dalam persidangan dengan terdakwa Bharada E, Bripka RR, dan Kuat Maruf, Senin (7/11/2022) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Ahmad adalah salah satu saksi dari empat saksi yang hadir dalam persidangan tersebut. Pada persidangan tersebut, Ahmad pun membeberkan ketika dirinya membawa jenazah Brigadir J hingga dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Dalam kesaksiannya, ia ditanyai oleh Ketua Majelis Hakim, Wahyu Iman Santosa. Untuk selengkapnya berikut deretan kesaksiannya pada saat ia menjadi sosok yang mengangkut jenazah Brigadir J hingga dibawa ke RS Polri Kramat Jati Ahmad mengaku dirinya sempat curiga karena diminta untuk mengangkut jenazah Brigadir J. Padahal dalam kesehariannya, ia mengatakan ...